Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil keputusan strategis untuk merelokasi 41 pedagang Pasar Pojok di Kecamatan Ngantru sebagai bagian dari rencana pembangunan Polsek Ngantru. Langkah ini dirancang untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur publik dengan menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Urgensi Pembangunan Polsek Ngantru dan Dampaknya
Keputusan relokasi ini diambil menyusul rencana pembangunan gedung Polsek Ngantru yang memerlukan penggunaan sebagian lahan di area Pasar Pojok. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung, Fajar Widariyanto, menjelaskan bahwa proyek ini hanya akan memanfaatkan sisi utara pasar, sehingga aktivitas perdagangan di sisi selatan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
- Total Pedagang Terdampak: 41 pedagang (11 kios dan 2 los)
- Periode Relokasi: Sebelum pertengahan April 2026
- Lokasi Baru: Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disiapkan Pemkab Tulungagung
Penolakan Opsi Pasar Ngantru dan Solusi Alternatif
Dalam upaya mencari solusi terbaik, pemerintah daerah sempat mempertimbangkan relokasi pedagang ke Pasar Ngantru. Namun, opsi ini ditolak oleh para pedagang karena jarak yang terlalu jauh dan potensi penurunan volume pelanggan. Penolakan ini menjadi masukan penting bagi Pemkab Tulungagung dalam menentukan lokasi TPS yang lebih strategis dan dekat dengan area pasar. - afhow
Upaya Memastikan Transisi Ekonomi yang Lancar
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan mata pencarian para pedagang selama proses transisi. Dengan adanya TPS yang telah disiapkan, diharapkan aktivitas ekonomi tidak terganggu secara signifikan. Pemkab Tulungagung juga berupaya memastikan proses relokasi berjalan lancar dan minim hambatan bagi para pedagang yang terdampak.